Jumat, 15 Juli 2011

Peran Komunikasi dalam menuju Indonesia sehat

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar belakang
     Ada dua persepsi berbeda yang cukup menarik ketika kita mendengar ungkapan atau semboyan “Menuju Indonesia Sehat”, pertama adalah jelas bahwa di tahun 2010 diharapkan mayoritas penduduk Indonesia berada pada kondisi sehat dalam konteks kesehatan pada umumnya baik lahir maupun batin, dan kedua adalah di tahun 2011 nanti Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi sebuah negara yang sehat dan kuat sehingga dapat melindungi dan mensejahterakan seluruh penduduknya dalam pemenuhan hak-hak Sipol (sipil dan politik) dan juga hak-hak Ekosob(ekonomi, sosial, dan budaya), namun para perawat di Indonesia tetap dapat berperan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki walau apapun persepsinya, namun dalam tulisan ini saya akan lebih banyak membahas peran perawat dari perspektif yang pertama yaitu dalam konteks kesehatan.
Sebelum membahas lebih jauh mengenai peran komunikasi dalam  menuju Indonesia yang sehat, sangat baik bila kita lebih dulu mengetahui definisi dari sehat itu sendiri. Setiap individu memiliki pengertian dan persepsi yang berbeda mengenai sehat. Pada masa lalu sebagian besar individu dan masyarakat memandang kesehatan yang baik atau kesejahteraan sebagai suatu kondisi kebalikan dari penyakit atau kondisi tidak adanya penyakit (Potter dan Perry, 1997). Namun dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan kompleksnya pemahaman tentang kesehatan dengan berbagai pendekatan, saat ini pengertian sehat mulai dipandang dengan perspektif yang semakin luas. Aspek sehat menjadi lebih luas antara lain dengan memasukkan elemen-elemen seperti rasa memiliki kekuasaan, hubungan kasih sayang, semangat hidup, jaringan dukungan sosial yang kuat, rasa berarti dalam hidup, atau tingkat kemandirian tertentu (Haber, 1994).
     Neuman (1990) berpendapat bahwa “sehat dalam suatu rentang adalah tingkat sejahtera klien pada waktu tertentu, yang terdapat dalam rentang dari kondisi sejahtera yang optimal, dengan energi yang paling maksimum, sampai kondisi kematian, yang menandakan habisnya energi total.” Model ini disebut dengan model kontinum sehat sakit yang menyatakan bahwa sehat bersifat dinamis yang berubah setiap waktu sesuai dengan adaptasi individu terhadap berbagai perubahan eksternal maupun internal yang bertujuan untuk mempertahankan keadaan fisik, emosional, intelektual, perkembangan, sosial, dan spiritual.

1.2.Rumusan masalah
1.      Memahami peran komunikasi dalam menuju masyarakat Indonesia sehat
2.      Rancangan menuju Indonesia sehat 2015
1.3.Tujuan
1.    Bagi mahasiswa sebagai pedoman tentang menuju Indonesia sehat 2015
2.    Sebagai salah satu tugas
3.    Untuk akademik sebagai bahan referensi pustaka






















BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Peran Komunikasi dalam menuju Indonesia sehat
Memasuki tahun 2015 Indonesia belum menunjukkan hasil yang memuaskan dalam rangka meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Program Indonesia Sehat 2015 belum menjadi pedoman yang mampu mendorong tercapainya kesejahteraan masyarakat tersebut. Ditinjau dari Indeks Pembangunan Manusia atau HDI (Human Development Indeks) terdapat tiga indikator yang mempengaruhi antara lain pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
Berdasarkan data yang ada, masyarakat Indonesia mengalami gejolak naik turun dalam tingkatannya di bidang kesehatan. Indikator yang ada membuktikan bahwa ada empat hal di bidang kesehatan yang mempengaruhi yakni IMR (Infant Mortality Rate IMR), MMR (Maternal Mortality Rate), gizi kurang balita dan umur harapan hidup yang mempengaruhi tingkat kesehatan di Indonesia.
Di samping itu, peran serta dari pemerintah dan masyarakat, petugas pelayanan kesehatan juga mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat ini. Sehingga diperlukan kebijakan pembangunan kesehatan yang lebih dinamis dan selalu aktif dengan melibatkan semua pihak, pemerintah dan masyarakat.
Indonesia Sehat 2015 tidak hanya memerlukan upaya kuratif (pengobatan-pengobatan klinis untuk mengobati seorang yang sakit) saja tapi diharapkan mampu mengurangi angka kesakitan yang timbul di masyarakat dengan usaha pencegahannya (upaya preventif). Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kebijkan kesehatan semata, tetapi juga didukung oleh pelayanan kesehatannya. Seperti peran serta tenaga medis dan tenaga penyuluh. Dewasa ini sebagai seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat hendaknya mampu berkontribusi secara optimal dalam masyarakat dengan tanpa melupakan andil dari masyarakat. Sehingga SKM dalam porsi ini memberi contoh, petunjuk dan memberi pembelajaran dalam masyarakat melalui kemampuannya dalam berinteraksi dengan dasar ilmu kesehatan kepada seluruh kalangan masyarakat.
Seorang dosen peminatan PKIP (Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku) Dr.Laksmono Widagdo, SKM, MHPED berpendapat bahwa Indonesia Sehat 2010 sudah cukup baik sebab sudah memiliki tujuan yang jelas. Beliau mengungkapkan tidak menjadi masalah jika terdapat acuan waktu dalam program ini sebab tidak akan mungkin menciptakan kesehatan di masyarakat secara instan. Realisasi Indonesia sehat 2015 ini dapat dilihat dari pola hidup masyarakat seperti yang terjadi di desa siaga daerah Mojokerto. Masyarakatnya sudah menekankan budaya bebas rokok. Selain itu, jumlah ibu-ibu hamil yang memeriksakan kandungannya ke puskesmas mengalami peningkatan.
Dari pola hidup yang sudah terbentuk, dapat dianalisis faktor-faktornya antara lain perubahan perilaku dari masyarakat, keadaan lingkungan, pelayanan kesehatan dan keturunan. Mengubah mindset individu akan lebih mudah dan lebih cepat dibanding dengan mengubahnya dalam skala kelompok. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan cara memotivasi masyarakat seperti mempengaruhi, memberi sugesti berupa ucapan dan perilakunya, serta berusaha mengubah perilakunya. Namun hal ini juga hendaknya disertai dengan contoh konkrit dari peran serta SKM itu sendiri agar masyarakat juga percaya dan termotivasi untuk mengikuti.
Dalam lingkup ini, peran serta pemerintah sebagai penyedia dana, pengembang ilmu dan penyedia pelayanan kesehatan sangat berperan penting. Menyediakan alokasi dana untuk membantu perluasan promosi ke daerah-daerah, memperbaiki pendidikan dan ilmu perilaku guna memperbanyak tenaga penyuluhan, dan menyediakan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu. Usaha pelaksanaan program Indonesia Sehat 2015  ini erat kaitannya dengan tenaga SKM sebagai tenaga penyuluh yang diharapkan mampu menduduki maupun memperluas jaringannya di bidang advokasi. Sehingga diharapkan mampu mempengaruhi kalangan atas (pejabat pemerintahan). Selain itu, pemerintah dituntut mampu bekerja sama dengan masyarakat dan pelayanan kesehatan itu sendiri dengan mengoptimalkan peran serta SKM di bidang pendidikan dan promosi kesehatan baik dalam manajemen maupun pelayanan kesehatannya. Melalui upaya tersebut, SKM yang nantinya sebagai ahli pendidikan ilmu perilaku dan promosi kesehatan akan memiliki cara-cara terbaik dalam masyarakat.
Sedangkan menurut Budiyono SKM,Mkes, program Indonesia Sehat 2015 belum bisa dipastikan berhasil atau tidaknya. Data yang diberikan menunjukkan bahwa peningkatan kualitas dari kesehatan benar adanya, dari tahun 2006 misalnya angka IMR (Infant Mortality Rate) per 1000LH menurun dari 30,8 menjadi 26,9 pada tahun 2007, MMR (Maternal mortality Rate) per 1000LH 253 menjadi 228 dan gizi kurang balita dari 23,6 % menjadi 18,4% sedangkan untuk Umur Harapan Hidup (tahun) meningkat dari 69,4 menjadi 70,5. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan bayi sudah meningkat dengan menurunnya kematian anak dan ibu. Sedangkan presentase umur harapan hidup menunjukkan bahwa semakin meningkatnya harapan hidup bagi ibu dan anak. Akan tetapi, jika ditinjau lebih lanjut, pelayanan kesehatan yang sekarang ini belum sepenuhnya mendukung, sehingga pemerintah perlu melakukan beberapa program untuk peningkatan pelayanan kesehatan seperti penguatan manajemen rumah sakit dan peningkatan SDM.
Fungsi SKM menurut Pak Budiyono dalam penyelenggaraan Indonesia Sehat 2015, masih terlalu kompleks sehingga peran SKM belum optimal. Seharusnya SKM bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya distribusi tenaga SKM ke tempat-tempat yang membutuhkan. Bukan hanya pihak pemerintah melainkan pihak swasta juga ikut berperan. Misalnya, dalam aspek kesehatan dan keselamatan kerja, peran SKM belum cukup dipertimbangkan. Pemerintah juga sebaiknya memberi distribusi berupa lapangan kerja, pendidikan yang bermutu dan lain sebagainya mengingat sudah banyak sarjana kesehatan masyarakat yang tersedia sekarang ini. Usaha promosi dan pervensi juga diharapkan dapat mencakup semua bidang.
Evaluasi yang terkait dengan realisasi Indonesia Sehat 2015 ini belum dapat dianalisis sebab 2010 belum mencapai akhir tahun, sehingga program ini masih berlanjut. Beliau berharap SKM sebagai tenaga yang berkualitas, mampu menduduki jabatan di legislatif sehingga usaha untuk mencapai tujuan yang baik akan terlaksana sesuai dengan indikator HDI.
Dari pelaksanaan program Indonesia Sehat 2015, ada beberapa hal yang belum dapat terpenuhi. Seperti belum terpenuhinya pelayanan kesehatan masyarakat, belum optimalnya peran serta tenaga penyuluh kesehatan serta perilaku dan pola hidup masyarakat yang kurang baik, serta kurangnya kerja sama pemerintah dengan berbagai kalangan di bawah terutama masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu perlu adanya hubungan yang berkesinambungan antara pihak-pihak terkait dan usaha untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.


















BAB III
PENUTUP

3.1.Kesimpulan
Indonesia Sehat 2015 tidak hanya memerlukan upaya kuratif (pengobatan-pengobatan klinis untuk mengobati seorang yang sakit) saja tapi diharapkan mampu mengurangi angka kesakitan yang timbul di masyarakat dengan usaha pencegahannya (upaya preventif). Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kebijkan kesehatan semata, tetapi juga didukung oleh pelayanan kesehatannya.
3.2.Saran
Untuk mewujudkan Indonesia sehat komunikasi harus di terapkan agar dapat terbentuk hubungan baik antara petugas kesehatan dengan masyarakat












DAFTRA PUSTAKA

1.   Departemen Kesehatan Republik Indonesia. “Visi Pembangunan Kesehatan: Indonesia Sehat 2015. ” http : // www.depkes.go.id/ indonesiasehat.html (16 Feb. 2008)
2.   Haber, D. (1994). Health promotion and aging. New York: Springer.
3.   http://fkmutu.blogspot.com





















Rabu, 13 Juli 2011

ENZIM BIOKIMIA DAN PENCERNAAN

MACAM-MACAM ENZIM PADA TUBUH MANUSIA

Pencernaan makanan secara kimiawi terjadi dengan bantuan zat kimia tertentu. Enzim pencernaan merupakan zat kimia yang berfungsi memecahkan molekul bahan makanan yang kompleks dan besar menjadi molekul yang lebih sederhana dan kecil. Molekul yang sederhana ini memungkinkan darah dan cairan getah bening ( limfe ) mengangkut ke seluruh sel yang membutuhkan.
Secara umum enzim memiliki sifat : bekerja pada substrat tertentu, memerlukan suhu tertentu dan keasaman (pH) tertentu pula. Suatu enzim tidak dapat bekerja pada substrat lain. Molekul enzim juga akan rusak oleh suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Demikian pula enzim yang bekerja pada keadaan asam tidak akan bekerja pada suasana basa dan sebaliknya. Macam-macam enzim pencernaan yaitu :

1. Enzim ptialin 
Enzim ptialin terdapat di dalam air ludah, dihasilkan oleh kelenjar ludah. Fungsi enzim ptialinuntuk mengubah amilum (zat tepung) menjadi glukosa .

2. Enzim amilase 
Enzim amilase dihasilkan oleh kelenjar ludah ( parotis ) di mulut dan kelenjar pankreas. Kerja enzim amilase yaitu : Amilum sering dikenal dengan sebutan zat tepung atau pati. Amilum merupakan karbohidrat atau sakarida yang memiliki molekul kompleks. Enzim amilase memecah molekul amilum ini menjadi sakarida dengan molekul yang lebih sederhana yaitu maltosa.

3. Enzim maltase 
Enzim maltase terdapat di usus dua belas jari, berfungsi memecah molekul maltosa menjadi molekul glukosa . Glukosa merupakan sakarida sederhana ( monosakarida ). Molekul glukosaberukuran kecil dan lebih ringan dari pada maltosa, sehingga darah dapat mengangkut glukosa untuk dibawa ke seluruh sel yang membutuhkan.

4. Enzim pepsin 
Enzim pepsin dihasilkan oleh kelenjar di lambung berupa pepsinogen . Selanjutnya pepsinogenbereaksi dengan asam lambung menjadi pepsin . Cara kerja enzim pepsin yaitu : Enzim pepsin memecah molekul protein yang kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana yaitu pepton . Molekul pepton perlu dipecah lagi agar dapat diangkut oleh darah.

5. Enzim tripsin 
Enzim tripsin dihasilkan oleh kelenjar pancreas dan dialirkan ke dalam usus dua belas jari (duodenum ). Cara kerja enzim tripsin yaitu : Asam amino memiliki molekul yang lebih sederhana jika dibanding molekul pepton . Molekul asam amino inilah yang diangkut darah dan dibawa ke seluruh sel yang membutuhkan. Selanjutnya sel akan merakit kembali asam amino-asam amino membentuk protein untuk berbagai kebutuhan sel.

6. Enzim renin 
Enzim renin dihasilkan oleh kelenjar di dinding lambung. Fungsi enzim renin untuk mengendapkan kasein dari air susu. Kasein merupakan protein susu, sering disebut keju. Setelah kasein diendapkan dari air susu maka zat dalam air susu dapat dicerna.

7. Asam khlorida (HCl)
Asam khlorida (HCl) sering dikenal dengan sebutan asam lambung, dihasilkan oleh kelenjar didalam dinding lambung. Asam khlorida berfungsi untuk membunuh mikroorganisme tertentu yang masuk bersama-sama makanan. Produksi asam khlorida yang tidak stabil dan cenderung berlebih, dapat menyebabkan radang lambung yang sering disebut penyakit ”mag”.

8. Cairan empedu 
Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung dalam kantong empedu. Empedu mengandung zat warna bilirubin dan biliverdin yang menyebabkan kotoran sisa pencernaan berwarna kekuningan. Empedu berasal dari rombakan sel darah merah ( erithrosit ) yang tua atau telah rusak dan tidak digunakan untuk membentuk sel darah merah yang baru. Fungsi empedu yaitu memecah molekul lemak menjadi butiran-butiran yang lebih halus sehingga membentuk suatuemulsi . Lemak yang sudah berwujud emulsi ini selanjutnya akan dicerna menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana lagi.

9. Enzim lipase 
Enzim lipase dihasilkan oleh kelenjar pankreas dan kemudian dialirkan ke dalam usus dua belas jari ( duodenum ). Enzim lipase juga dihasilkan oleh lambung, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Cara kerja enzim lipase yaitu :
Lipid (seperti lemak dan minyak) merupakan senyawa dengan molekul kompleks yang berukuran besar. Molekul lipid tidak dapat diangkut oleh cairan getah bening, sehingga perlu dipecah lebih dahulu menjadi molekul yang lebih kecil. Enzim lipase memecah molekul lipid menjadi asam lemak dan gliserol yang memiliki molekul lebih sederhana dan lebih kecil. Asam lemak dangliserol tidak larut dalam air, maka pengangkutannya dilakukan oleh cairan getah bening ( limfe).
Enzim pencernaan bekerja untuk mempercepat reaksi pada pencernaan makanan, tetapi enzim pencernaan tidak ikut diproses.

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

Sistem pencernaan (mulai dari mulut sampai anus) berfungsi sebagai berikut:
-    menerima makanan
-    memecah makanan menjadi zat-zat gizi (suatu proses yang disebut pencernaan)
-    menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah
-    membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh.
Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.

Mulut, Tenggorokan & Kerongkongan
Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan dan sistem pernafasan.
Bagian dalam dari mulut dilapisi oleh selaput lendir. Saluran dari kelenjar liur di pipi, dibawah lidah dan dibawah rahang mengalirkan isinya ke dalam mulut.
Di dasar mulut terdapat lidah, yangberfungsi untuk merasakan dan mencampur makanan. Di belakang dan dibawah mulut terdapat tenggorokan (faring).
Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah.
Penciuman dirasakan oleh saraf olfaktorius di hidung. Pengecapan relatif sederhana, terdiri dari manis, asam, asin dan pahit. Penciuman lebih rumit, terdiri dari berbagai macam bau. Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan dikunyah oleh gigi belakang (molar, geraham), menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna.
Ludah dari kelenjar ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim-enzim pencernaan dan mulai mencernanya. Pada saat makan, aliran dari ludah membersihkan bakteri yang bisa menyebabkan pembusukan gigi dan kelainan lainnya. Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (misalnya lisozim), yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung.
Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis.
Epiglotis akan tertutup agar makanan tidak masuk ke dalam pipa udara (trakea) dan ke paru-paru, sedangkan bagian atap mulut sebelah belakang (palatum mole, langit-langit lunak) terangkat agar makanan tidak masuk ke dalam hidung.
Kerongkongan (esofagus) merupakan saluran berotot yang berdinding tipis dan dilapisi oleh selaput lendir. Kerongkongan menghubungkan tenggorokan dengan lambung. Makanan didorong melalui kerongkongan bukan oleh gaya tarik bumi, tetapi oleh gelombang kontraksi dan relaksasi otot ritmik yang disebut dengan peristaltik.

Lambung
Lambung merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang keledai, terdiri dari 3 bagian yaitu kardia, fundus dan antrum. Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk cincin (sfingter), yang bisa membuka dan menutup. Dalam keadaan normal, sfingter menghalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan. Lambung berfungsi sebagai gudang makanan, yang berkontraksi secara ritmik untuk mencampur makanan dengan enzim-enzim. Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat penting:
- lender
- asam klorida
- prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein).
Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung dan enzim.
Setiap kelainan pada lapisan lendir ini (apakah karena infeksi oleh bakteri Helicobacter pylori atau karena aspirin), bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada terbentuknya tukak lambung.
Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam, yang diperlukan oleh pepsin guna memecah protein. Keasaman lambung yang tinggi juga berperan sebagai penghalang terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri.
Pelepasan asam dirangsang oleh:
- saraf yang menuju ke lambung
- gastrin (hormon yang dilepaskan oleh lambung)
- histamin (zat yang dilepaskan oleh lambung).
Pepsin bertanggungjawab atas pemecahan sekitar 10% protein. Pepsin merupakan satu-satunya enzim yang mencerna kolagen, yang merupakan suatu protein dan kandungan utama dari daging. Hanya beberapa zat yang bisa diserap langsung dari lambung (misalnya alkohol dan aspirin) dan itupun hanya dalam jumlah yang sangat kecil.

Usus halus
Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus. Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus.
Jika penuh, duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan. Duo denum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati. Cairan tersebut (yang masuk ke dalam duodenum melalui lubang yang disebut sfingter Oddi) merupakan bagian yang penting dari proses pencernaan dan penyerapan.
Gerakan peristaltik juga membantu pencernaan dan penyerapan dengan cara mengaduk dan mencampurnya dengan zat yang dihasilkan oleh usus.
Beberapa senti pertama dari lapisan duodenum adalah licin, tetapi sisanya memiliki lipatan-lipatan, tonjolan-tonjolan kecil (vili) dan tonjolan yang lebih kecil (mikrovili). Vili dan mikrovili menyebabkan bertambahnya permukaan dari lapisan duodenum, sehingga menambah jumlah zat gizi yang diserap. Sisa dari usus halus, yang terletak dibawah duodenum, terdiri dari jejunum dan ileum.
Bagian ini terutama bertanggungjawab atas penyerapan lemak dan zat gizi lainnya. Penyerapan ini diperbesar oleh permukaannya yang luas karena terdiri dari lipatan-lipatan, vili dan mikrovili. Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta.
Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencernaprotein, gula dan lemak. Kepadatan dari isi usus berubah secara bertahap, seiring dengan perjalanannya melalui usus halus.
Di dalam duodenum, air dengan cepat dipompa ke dalam isi usus untuk melarutkan keasaman lambung. Ketika melewati usus halus bagian bawah, isi usus menjadi lebih cair karena mengandung air, lendir dan enzim-enzim pankreatik.

Pankreas
Pankreas merupakan suatu organ yang terdiri dari 2 jaringan dasar:
- Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan
- Pulau pankreas, menghasilkan hormon.
Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormon ke dalam darah. Enzim-enzim pencernaan dihasilkan oleh sel-sel asini dan mengalir melalui berbagai saluran ke dalam duktus pankreatikus.
Duktus pankreatikus akan bergabung dengan saluran empedu pada sfingter Oddi, dimana keduanya akan masuk ke dalam duodenum. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein, karbohidrat dan lemak. Enzim proteolitik memecah protein ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk inaktif. Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai saluran pencernaan.
Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang berfungsi melindungi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung.
3 hormon yang dihasilkan oleh pankreas adalah:
-      Insulin, yang berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah
-      Glukagon, yang berfungsi menaikkan kadar gula dalam darah
-      Somatostatin, yang berfungsi menghalangi pelepasan kedua hormon lainnya (insulin dan glukagon).

Hati
Hati merupakan sebuah organ yang besar dan memiliki berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan. Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler).
Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta.
Vena porta terbagi menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati, dimana darah yang masuk diolah.
Darah diolah dalam 2 cara:
-      Bakteri dan partikel asing lainnya yang diserap dari usus dibuang
-      Berbagai zat gizi yang diserap dari usus selanjutnya dipecah sehingga dapat digunakan oleh tubuh.
Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah darah diperkaya dengan zat-zat gizi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum. Hati menghasilkan sekitar separuh dari seluruh kolesterol dalam tubuh, sisanya berasal dari makanan.
Sekitar 80% kolesterol yang dihasilkan di hati digunakan untuk membuat empedu.
Hati juga menghasilkan empedu, yang disimpan di dalam kandung empedu. Kandung empedu & Saluran empedu. Empedu mengalir dari hati melalui duktus hepatikus kiri dan kanan, yang selanjutnya bergabung membentuk duktus hepatikus umum.
Saluran ini kemudian bergabung dengan sebuah saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) untuk membentuk saluran empedu umum.
Duktus pankreatikus bergabung dengan saluran empedu umum dan masuk ke dalam duodenum.
Sebelum makan, garam-garam empedu menumpuk di dalam kandung empedu dan hanya sedikit empedu yang mengalir dari hati. Makanan di dalam duodenum memicu serangkaian sinyal hormonal dan sinyal saraf sehingga kandung empedu berkontraksi. Sebagai akibatnya, empedu mengalir ke dalam duodenum dan bercampur dengan makanan.
Empedu memiliki 2 fungsi penting:
-    Membantu pencernaan dan penyerapan lemak
-    Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.
Secara spesifik empedu berperan dalam berbagai proses berikut:
-    Garam empedu meningkatkan kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak untuk membantu proses penyerapan
-    Garam empedu merangsang pelepasan air oleh usus besar untuk membantu menggerakkan isinya
-    Bilirubin (pigmen utama dari empedu) dibuang ke dalam empedu sebagai limbah dari sel darah merah yang dihancurkan
-    Obat dan limbah lainnya dibuang dalam empedu dan selanjutnya dibuang dari tubuh
-    Berbagai protein yang berperan dalam fungsi empedu dibuang di dalam empedu.
-    Garam empedu kembali diserap ke dalam usus halus, disuling oleh hati dan dialirkan kembali ke dalam empedu.
Sirkulasi ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatik.
Seluruh garam empedu di dalam tubuh mengalami sirkulasi sebanyak 10-12 kali/hari. Dalam setiap sirkulasi, sejumlah kecil garam empedu masuk ke dalam usus besar (kolon). Di dalam kolon, bakteri memecah garam empedu menjadi berbagai unsur pokok. Beberapa dari unsur pokok ini diserap kembali dan sisanya dibuang bersama tinja.

Usus besar
Usus besar terdiri dari:
- Kolon asendens (kanan)
- Kolon transversum
- Kolon desendens (kiri)
- Kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum).
Apendiks (usus buntu) merupakan suatu tonjolan kecil berbentuk seperti tabung, yang terletak di kolon asendens, pada perbatasan kolon asendens dengan usus halus. Usus besar menghasilkan lendir dan berfungsi menyerap air dan elektrolit dari tinja. Ketika mencapai usus besar, isi usus berbentuk cairan, tetapi ketika mencapai rektum bentuknya menjadi padat. Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi.
Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting, seperti vitamin K. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus. Beberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri di dalam usus besar. Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air, dan terjadilah diare. Rektum adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus.
Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens. Jika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum, maka timbul keinginan untuk buang air besar.Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi bayi dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang penting untuk menunda buang air besar.
Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lainnya dari usus. Suatu cincin berotot (sfingter ani) menjaga agar anus tetap tertutup.

PERAN TAMAN PENDIDIKAN AL QUR'AN (TPQ) DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN 06 KECAMATAN LAIS KABUPATEN BENGKULU UTARA TAHUN PELAJARAN 2011-2012

BAB. I
Pendahuluan


1.1 Latar Belakang
Dalam era globalisasi akan terjadi reformasi informasi yang ditandai oleh tingginya prestasi umat manusia dalam teknologi informatika. Dalam pola hubungan negara maju akan mendominasi negara-negara berkembang tidak hanya dalam bidang sosial, politik, ekonomi dan juga pendidikan1 yang mengakibatkan pula peserta didik yang pada umumnya adalah para remaja akan terkena pengaruh akibat kemajuan teknologi tersebut.
Tujuan pendidikan dewasa ini semakin meningkat, hal ini merupakan dorongan yang sangat kuat untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju untuk memenuhi kebutuan hidup yang semakin rupa, maka tidak bisa dielakkan lagi kalau pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pendidikan umum maupun pendidikan khusus, sesuai dengan tujuan,
Peserta didik khususnya mereka yang belajar di Sekolah Dasar adalah generasi yang akan datang dapat diperkirakan bahwa siswa sekarang adalah pencerminan masyarakat yang akan datang. Baik buruknya bentuk masyarakat, bangunan moral dan intelektual, dalam penghayatan terhadap agama, kesadaran kebangsaan, tingkat dan drajat kamajuan, prilaku dan kepribadian antara sesama masyarakat yang akan datang tergantung pada remaja sekarang.2
Namun kenyataan telah menunjukkan bahwa perubahan zaman yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu mengakibatkan perubahan sosial dengan semakin canggihnya teknologi komunikasi, tranportasi dan sistem informasi membuat perubahan masyarakat malaju dengan cepat. Dalam menghadapi situasi demikian siswa memiliki jiwa yang lebih sensitif, yang pada akhirnya tidak sedikit para siswa terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan makna moral, norma agama, norma susila serta norma hidup di masyarakat karena lupa dengan apa yang dilakukan oleh pendahulu kita.
Seiring dengan laju perkembangan ilmu dan teknologi, juga menuntut para penanggung jawab pendidikan khususnya seorang guru untuk dapat mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk dapat meningkatkan kualitas siswa, seorang guru harus dapat membimbing siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat agar tujuan yang ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Dengan kata lain, proses belajar yang hanya duduk, dengar, mencatat, dan menghafal dirasa kurang efektif dan efisien. Hal ini menjadi tantangan bagi penanggung jawab pendidikan khususnya seorang guru.
Mengajar bukan sekedar ceramah dan berdiri didepan kelas sambil memelototi siswa, tetapi bagaimana teknik dan strategi guru dalam mengkomunikasikan pesan/materi pembelajaran, berinteraksi, mengorganisir, dan mengelola siswa sehingga berhasil dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu kunci keberhasilan pembelajaran adalah bilamana guru memiliki dan menguasai metodologi pembelajaran secara baik. Tidak sedikit kegagalan guru dalam megajar disebabkan lemahnya penguasaan metodologi pengajaran tersebut.
Terinspirasi dari salah satu perkataan yang disampaikan oleh dosen dalam satu sesi perkuliahan bahwa seharusnya guru agama (Pendidikan Agama Islam) harus berterima kasih kepada para ustadz di Taman Pendidikan Al-Qur’an, karena bagaimanapun mereka telah memiliki andil besar dalam pengetahuan Al-Qur’an khususnya membaca Al-Qur’an.
Bagaimana seandainya siswa yang diajarkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam tidak mengikuti pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an pada waktu lain (luar jam sekolah), tentu hal ini akan sangat menyusahkan guru yang mengajarkan Pendidikan Agama Islam tersebut. Sementara sumber utama dalam ajaran agama Islam adalah Al-Qur’an.
Maka disini penulis sangat tertarik ingin mengungkap permasalahan diatas terkait tentang pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Taman Pendidikan Agama Islam dalam suatu penelitian dengan judul Peran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu UtaraTahun Pelajaran 2011-2012”.


1.2    Rumusan Masalah
Dari uraian fokus penelitian diatas dapat dirumuskan masalah penelitiannya sebagai berikut :
1.    Bagaimana pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara?
2.    Bagaimana strategi guru dalam meningkatkan efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara?
3.    Bagaimana peran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara?

1.3    Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam diadakannya penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.    Untuk mengetahui pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara
2.    Untuk mengetahui Strategi guru dalam meningkatkan efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara
3.    Untuk mengetahui peran Taman Pendidikan Al-Qur’an dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara




1.4    Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan berguna sebagai berikut:
1.      Sumbangan ilmu pendidikan, khususnya dalam pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an sebagai wujud kepedulian akan urgenya dalam pembelajaran Pendidikan Agma Islam.
2.      Untuk mengembangkan kemampuan penulis dalam memahami dan mengerti tentang ilmu pendidikan anak khususnya, dan sebagai kontribusi kepada pihak pengelola SDN 06 Lais terutama dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran PAI.
3.      Dapat menjadikan reflesksi bagi Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan pembelajarannya di dalam kelas.
4.      Dapat meningkatkan kepedulian terhadap Taman Pendidikan Al-Qur’an bagi masyarakat pada umumnya



























BAB. II
LANDASAN TEORI


2.1    Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
1.    Pengertian Pembelajaran
Menurut Hamzah B Uno,”Pembelajaran (learning) adalah suatu kegiatan yang berupaya membelajarkan siswa secara terintegrasi yang memperhitungkan factor lingkungan belajar, karakteristik siswa, karakteristik bidang studi serta berbagai strategi pembelajaran baik penyampaian, pengelolaan maupun pengorganisasian pembelajaaran.  Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran itu harus dipusatkan kepada bagaiman siswa belajar, bukan pada materi yang dipelajari siswa.
Ada beberapa pendapat yang mengatakan pembelajaran, pengajaran dan belajar mengajar sama saja, namun sebenarnya ada pergeseran paradigm dalam istilah penjaran menjadi pembelajaran yang memiliki titik tekan utama yang berbeda, yakni :
1.      Pengajaran, merupakan paradigma lama dalam pendidikan, guru dianggap sebagai yang paling tahu, murid laksana botol kosong yang siap diisi dengan ilmu pengetahuan dari guru, memunculkan kondisi teacher center (berpusat pada pendidik)
2.      Pembelajaran, merupakan paradigm baru dalam pendidikan bahwa siswa juga mempunyai karakteristik, pengetahuan dan kemampuan dasar, guru sebagai fasilitator, tugas guru adalah membimbing dan mengarahkan potensi siswa secara proporsional, memunculkan kondisi student center (berpusat pada peserta didik)
2.      Pengertian Pendidikan Agama Islam
Pengertian pendidikan dalam bahasa Arab berasal dari kata “tarbiyah”, dengan kata kerja “rabba”. Pendidikan Islam dalam bahasa Arab adalah tarbiyah islamiyah, sedangkan pendidikan Islam dalam pengertian istilah adalah pembentukan kepribadian muslim.
Pendidikan adalah usaha secara sadar untuk membimbing, mengarahakan peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang baik dan mulia. Adapun Pendidikan Agama Islam menurut beberapa ahli, antara lain :
1.        Menurut Ahmad D Marimba,”Pendidikan agama islam adalah beimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran Islam”.
2.        Menurut Athiyah Al Abrasyi yang dikutip oleh Ramayulis mengatakan. Pendidikan Islam mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempuran dan bersahaja, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, mahir dalam pekerjaannya, manis tutur katanya baik dengan lisan atau tulisan.
3.        Menurut Mustafa Al Ghulayani
Pendidikan Islam adalah menanamkan akhlak yang mulia di dalam jiwa anak dan masa pertumbuhan dan menyiraminya dengan air petunjuk dan nasehat sehingga akhlak itu menjadi salah satu kemampuan jewanya, kemudian buahnya berwujud keutamaan, kebaikan dan cinta bekerja untuk kemanfaatan tanah air.
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulakan bahwa pendidikan agama Islam adalah usaha yang dilakukan untuk membimbing, mengarahan peserta didik agar terjadi perubahan perilaku yang menggunakan dasar-dasar ajaran Islam, sehingga akan terbentuk pribadi peserta didik yang memiliki akhlak mulia dan bermanfaat dam kehidupannya baik di dunia maupun akhirat.

3.      Tujuan Pendidkan Agama Islam
Menurut Al Abrasyi merumuskan tujuan umum pendidikan Islam kedalam lima kelompok, yaitu:
1.      Pembentukan akhlak mulia (al fadhilat)
2.      Persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat
3.      Persiapan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi pemanfaatannya. Keterpaduan antara agama dan ilmu akan dapat membawa manusia kepada kesempurnaan
4.      Menambah roh ilmiah pelajar dan memenuhi keinginan untuk mengetahui serta kesanggupan untuk mengkaji ilmu sekedar sebagai ilmu
5.      Mempersiapkan para pelajar untuk suatu profesi tertentu sehingga ia mudah mencari rezeki.

4.      Landasan Pendidikan Agama Islam
Menurut Omar Muhammad at Taromy al Syaibani yang dikutip oleh Jalaluddin, mengatakan bahwa,” Dasar pendidikan Islam identik dengan dasar tujuan Islam, keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu Al Qur’an dan Al Hadits. Landasan tersebut dapat dikembangkan dengan ijtihad.
1.    Al Qur’an
“Dan kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman” (QS An Nahl [16]:64)
2.    Hadits/Sunnah
Dalam pendidikan Islam Sunnah Rasul mempunyai dua fungsi, yaitu :
1.      Menjelaskan sistem pendidikan Islam yang terdapat dalam Al Qur’an dan menjelaskan hal-hal yang terdapat didalamnya.
2.      Menyimpulkan metode pendidikan dalam kehidupan Rasulullah bersama sabat, perlakuannya pada anak-anak dan pendidikan Islam yang pernah dilakukannya.

5.      Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Strategi dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai rencana dengan cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Menurut H Mansur menjelaskan strategi dapat diartikan sebagai garis-garis haluan untuk bertindak dalam rangka mencapai sasaran yang telah ditentukan.
Berikut ini empat strategi dasar yang dapat diterapkan di bidang studi Pendidikan Agama Islam, yakni:
1.      Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan
2.      Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat
3.      Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik pembelajaran yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya
4.      Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil pembelajaran, yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik penyempuran sistem intruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.
Agar pembalajaran Pendidikan Agama Islam dpat efektif maka selain strategi diperlukan pendekatan yang bersifat muliti approach, diantaranya yaitu:
1.        Pendekatan religious
2.        Pendekatan filosofis
3.        Pendekatan sosio-kultural
4.        Penekatan scientifik
6.        Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Dari berbagai strategi dan pendekatan pembelajaran diatas ada beberapa metode pembalajaran Pendidikan Agama Islam yang dapat digunakan, antara lain:
1.        Metode hiwar (percakapan)
2.        Metode kisah
3.        Metode Amtsal (perumpamaan)
4.        Metode teladan
5.        Metode pembinaan diri dan pengalaman
6.        Metode pengambilan pelajaran dan peringatan
7.        Metode targhib dan tarhib.

2.2    Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)
1.         Pengertian Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)
Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) adalah lembaga pendidikan atau pengajaran islam untuk anak-anak usia sekolah dasar (6-12 tahun) yang menjadikan santri mampu membaca Al-Qur’an yang baik dan benar sebagai target pokoknya.
2.         Landasan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)
Untuk lebih jelasnya dasar keberadaan Taman Pendidikan Al-Qur’an terbagi menjadi, antara lain :
1.    Al-Qur’an
“Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS Al Qamar [54]:17) “Dan Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa” (QS Al Haqqah [69] :48)
2.    Hadits
4639Ø­َدَّØ«َÙ†َا Ø­َجَّاجُ بْÙ†ُ Ù…ِÙ†ْÙ‡َالٍ Ø­َدَّØ«َÙ†َا Ø´ُعْبَØ©ُ Ù‚َالَ Ø£َØ®ْبَرَÙ†ِÙŠ عَÙ„ْÙ‚َÙ…َØ©ُ بْÙ†ُ Ù…َرْØ«َدٍ سَÙ…ِعْتُ سَعْدَ بْÙ†َ عُبَÙŠْدَØ©َ عَÙ†ْ Ø£َبِÙŠ عَبْدِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ السُّÙ„َÙ…ِÙŠِّ عَÙ†ْ عُØ«ْÙ…َانَ رَضِÙŠَ اللَّÙ‡ُ عَÙ†ْÙ‡ُ عَÙ†ْ النَّبِÙŠِّ صَÙ„َّÙ‰ اللَّÙ‡ُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ Ù‚َالَ”Ø®َÙŠْرُÙƒُÙ…ْ Ù…َÙ†ْ تَعَÙ„َّÙ…َ الْÙ‚ُرْآنَ ÙˆَعَÙ„َّÙ…َÙ‡ُ”…
“Sebaik-baik dari kalian semua adalah yang mau belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR Bukhori)
3.    Halaqah Ulama
Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Kholdun dan Ibnu Sina bahwa pengajaran Al-Qur’an haruslah mendapat prioritas pertamayang diajarkan kepada anak-anak.


3.         Tujuan Penyelenggaran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)
Tujuan penyelenggaraan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam pandangan human adalah untuk menyiapkan anak didiknya agar menjadi generasi muda yang Qur’ani. Komitmen dengan Al-Qur’an dan menjadikan Al-Qur’an sebagai bahan bacaan dan pandangan hidup sehari-hari.

2.3    Metodologi Penelitian
1.        Pendekatan Dan Jenis Penelitian
Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu suatu prosedur penelitian yang mendiskripsikan prilaku orang, tempat, atau peristiwa tertentu sacara rinci dan mendalam. Yang pada dasarnya terkait dengan:
1.         Keberadaan latar alami, sebagai sumber data dan peneliti dipandang sebagai instrument kunci.
2.         Penelitian bersifat diskriptif
3.         Lebih mementingkan proses dari pada hasil
4.         Dalam menganalisis data cenderung diskriptif
5.         Makna merupakan yang paling esensial dalam penelitian kualitatif.
Sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah study kasus, yaitu “merupakan penyelidikan yang mendalam terhadap individu, kelompok atau instansi”.  Yaitu: Peran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
2.      Setting penelitian
Dalam penelitian ini peneliti memilih lokasi di SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara.
3.      Kehadiran Penelitian
Sesuai dengan pendekatan penelitian ini, yaitu pendekatan kualitatif, maka kehadiran peneliti di lapangan sangat penting secara optimal. Peneliti merupakan instrumen kunci dalam menangkap makna sekaligus sebagai alat pengumpul data.

4.    Sumber Data
Sumber data dalam penelitian kualitatif adalah “kata-kata dan tindakan selebihnya yaitu dari tambahan seperti dokumen dan data yang lainya”23. Jadi data data dalam penelitian ini adalah semua data atau informasi yang diperoleh dari para informan yang dianggap paling mengetahui secara rinci dan jelas mengenai fokus penelitian yang sedang diteliti, yaitu Peran Serta Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara. Selain diperoleh melalui informan, data juga diperoleh melalui kata-kata tertulis maupun tindakan.

5.    Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data di lapangan dalam rangka mendiskripsikan dan menjawab permasalahan yang sedang diteliti maka digunakan metode pengumpulan data sebagai berikut:
1.    Observasi
Observasi adalah “suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis”.
Observasi ini dilakukan dengan terjun langsung dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara. Dan terhadap gejala sesuatu yang berkaitan dengan kreatifitas guru. Data yang diperoleh dari hasil observasi ini penulis catat dalam lembar observasi. Ada tiga komponen yang harus diamati yaitu: ruang ( tempat , pelaku dan kegiatan (aktivitas) antara lain tentang: sarana dan prasarana SDN 06 Lais.
2.    Wawancara
Wawancara merupakan percakapan yang dilakukan peneliti dengan informan. Dengan memasuki alam pikir informan. Peneliti melakukan wawancara secara terbuka. Tidak berstruktur dengan situasi yang ada.
Pelaksanaan wawancara tersebut dilakukan terhadap seluruh pihak yang terkait, antara lain: guru, peserta didik, kepala SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara.
Pendekatan pelaksanaan wawancara ini. Menggunakan garis besar pokok-pokok topik yang akan dijadikan pegangan. Dan dalam wawancara ini penulis menggunakan pedoman wawancara berstruktur yaitu pedoman wawancara yang disusun secara rinci sehingga menyerupai chek list. Pewawancara tinggal membubuhkan tanda ( cek ) pada nomor yang sesuai.
3.        Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku atau majalah, notulen rapat dan sebagainya. Antara lain: yaitu sejarah berdirinya, jumlah siswa, struktur organisasi SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara dan sebagainya, jadwal pelajaran, kebijakan kepala sekolah, hasil rapat dan lain-lain.
1.    Analisis Data
Menurut pendapat Patton seperti di kutip oleh Moleong, analisa data adalah “ proses mengatur urutan data, mengorganisasikan kedalam salah satu pola, kategori dan satuan uraian dasar ”. Ia membedakanya dengan penafsiran, yaitu memberikan arti yang signifikan terhadap analisis, menjelaskan pola uraian dan mencari pola hubungan diantara dimensi-dimensi uraian.
Untuk mengolah data kualitatif supaya dapat diambil kesimpulan atau makna yang valit. Maka dalam penelitian kualitatif ini, analisis data mengunakan langkah:
1.    Reduksi data
Reduksi data adalah proses pemilihan, pemutusan perhatian pada penyederhanaan yang dilakukan dengan membuat ringkasan dari data-data yang diperoleh penulis dilapangan. Data yang diperoleh dalam lapangan kemudian ditulis dalam bentuk uraian atau laporan yang rinci. Laporan-laporan itu perlu di reduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok. Difokus pada hal-hal yang penting. Dicari tema atau polanya. Jadi laporan lapangan sebagai bahan “mentah” disingkatkan. Direduksi, disusun lebih sistematis. Ditonjolkan pokok-pokok yang penting, sehingga lebih mudah di kendalikan.
2.    Penyajian data atau display data
Display data adalah proses penyususnan informasi yang kompleks ke dalam bentuk sistematis, sehingga menjadi lebih sederhana dan selektif, serta dapat dipahami maknanya. Dengan disply data ini akan membantu peneliti untuk dapat melihat gambar keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari data hasil penelitian. Dalam hal ini peneliti membuat matrik untuk data, agar peneliti dapat menguasai data dan tidak tenggelam dalam tumpukan detail.
3.      Mengambil kesimpulan dan verifikasi
Verivikasi atau mengambil kesimpulan adalah langkah yang terakhir yang dilakukan peneliti dalam menganalisis data dengan terus menerus, baik pada saat pengumpulan data atau setelah pengumpulan data. Pada awalnya kesimpulan bisa kesimpulan bisa dibuat longgar dan terbuka kemudian meningkat menjadi lebih rinci dan mengakar pada pokok temuan. Pada penarikan kesimpulan ini peneliti berusaha untuk mencari makna data yang dikumpulkan. Untuk itu peneliti mencoba mencari pola, tema, hubungan, persamaan, hal-hal yang sering timbul, hipotesis dan sebagainya. Jadi dari data yang diperoleh penelitian sejak mulanya mencoba mengambil kesimpulan. Kesimpulan tersebut senantiasa harus diverifikasi selama penelitian berlangsung, verifikasi dapat singkat dengan mencari data baru.
Ketiga macam kegiatan analisis tersebut saling berhubungan dan berlangsung terus salamapenelitian dilakukan. Jadi analisis adalah kegiatan yang kontinyu dari awal sampai akhir penelitian.
Untuk keperluan “auditing” sebaiknya proses analisis itu dicatat, didokumentasikan agar penilai dapat meneliti dan memahami apa yang dilakukan oleh peneliti.
2.    Pengecekan Keabsahan Data
Untuk mendapatkan keabsahan data dilakukan pengecekan kredibilitas dengan tujuan untuk membuktikan sejauh mana data penelitian yang diperoleh mengandung kebenaran hingga dapat dipercaya,disini peneliti menempuh cara-cara yang sarankan oleh Moleong yaitu:
1.    Perpanjanngan keikutsertaan
Perpanjangan keikutsertaan peneliti waktu pengamatan dilapangan akan memungkinkanpeningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan, karena dengan perpanjangan keikutsertaan akan banyak mempelajari ”kebudayaan” dapat menguji ketidakbenaran informasi yang berasal dari diri sendiri maupun dari responden dan membangun kepercayaan subjek.
2.      Ketekunan pengamatan (presetent observation)
Hal ini dilakukan oleh peneliti untuk lebih mendalam dan memahami terhadap apa yang sdang diteliti.Ketekunan pengamatan disini meliputi misalnya terhadap lingkungan belajar siswa,kegiatan sehari-hari siswa disekolah dan sebagainya.
3.      Trianggulasi
Yaitu tehnik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk pengecekan atau sabagai pembanding terhadap data itu.Trianggulasi yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu:
1.        Trianggulasi dengan sumber adalah membnadingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat-alat yang berada dengan sumber yang sama.
2.        Trianggulasi metode adalah membandingkan dan mengecek balik derajat suatu informasi yang diperoleh pada sumber yang berbeda dengan metode yang sama.
4.      Pemeriksaan Sejawat melalui diskusi
Hal ini dilakukan peneliti dengan melakukan diskusi bersama rekan-rekan sejawat atau dengan pihak terkait yang berkompeten untuk memelihara kevalidan data.Semua ini dilakukan setelah adanya data yang telah berhasil dikumpulkan oleh peneliti.
5.      Pengecekan Anggota (member check).
Maksudnya adalah peneliti berupaya melibatkan sebagaian informasi atau responden untuk mengkonfirmasikan data serta interpretasinya.Data yang diperoleh dikomunikasikan dan didiskusikan kembali kepada sumber data yang telah menjadi informan guna memperoleh keabsahan data,keobyektifan data tersebut.
6.      Pengecekan mengenai ketercakupan referensi (referential adequacy cecks)

2.4    Instrumen Penelitian
1.    Pedoman Wawancara
Kisi-kisi point wawancara
1.    Bagi Guru
Tentang Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
1.         Bagaimana pola pembelajaran mata pelajaran PAI di dalam kelas?
2.         Strategi apa saja yang digunakan guru dalam pembelajaran PAI di dalam kelas?
3.         Bagaimana tingkat efektifitas pembelajaran PAI di dalam kelas?
4.         Apa saja yang menjadi hambatan dalam pembelajaran PAI?
5.         Bagaimana interaksi guru dan siswa saat pembelajaran PAI dalam kelas?
6.         Bagaimana prestasi siswa dalam pelajaran PAI?
7.         Apa saja materi yang diajarkan di dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam?
Tentang Taman Pendidikan Al-Qur’an
1.      Apakah siswa di SDN 06 Lais selain belajar PAI di sekolah juga belajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an?
2.      Apa ada perbedaan kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran PAI antara yang ikut TPQ dengan yang tidak?
3.      Bagaimana interaksi siswa yang ikut TPQ dalam mengikuti pembelajaran PAI di kelas?
4.      Bagaimana interaksi siswa yang tidak ikut TPQ dalam mengikuti pembelajaran PAI di kelas?
5.      Apa saja perbedaan interaksi siswa yang ikut TPQ dengan yang tidak dalam pembelajaran PAI?
6.      Bagaimana efektifitas belajar siswa yang ikut TPQ dalam menangkap materi pelajaran PAI di kelas?
7.      Bagaimana efektifitas belajar siswa yang tidak ikut TPQ dalam menangkap materi pelajaran PAI di kelas?
8.      Apakah ada pengaruh pembelajaran di TPQ terhadap pembelajaran PAI di dalam kelas?
9.      Apakah ada perbedaan prestasi siswa yang ikut TPQ dengan yang tidak dalam pelajaran PAI?
2.      Bagi Siswa
Tentang pembelajaran Pendidikan Agama Islam
1.      Bagaimana tanggapan terhadap pembelajaran PAI di dalam kelas yang dilakukan oleh guru?
2.      Apakah ada kesulitan dalam materi pelajaran PAI yang diajarkan di kelas?
3.      Apa saja kesulitan dalam materi pelajaran PAI?
4.      Apakah guru selalu menggunakan bermacam-macam metode dalam pembelajaran PAI di dalam kelas?
5.      Apa saja strategi yang digunakan guru PAI dalam pembelajaran di dalam kelas?
Tentang Taman Pendidikan Al-Qur’an
1.      Apakah diantara kalian (siswa) ada yang ikut belajat di TPQ?
2.      Bagaimana pola pembelajaran di TPQ tersebut?
3.      Bagaimana strategi pembelajaran di TPQ tersebut?
4.      Apakah manfaat dari belajar di TPQ?
5.      Apakah ada keterkaitan antara materi di TPQ dengan materi pelajaran PAI di kelas?
3.      Bagi Kepala Sekolah
1.      Bagaimana strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru PAI?
2.      Bagaimana tanggapan kepala sekolah terhadap TPQ dalam perannya meningkatkan efektifitas pembelajaran PAI?
2.        Pedoman Observasi
1.    Mengamati letak geografis SDN 06 Lais.
2.    Mengamati aktifitas kegiatan belajar mengajar guru dan murid
3.    Mengamati proses pembelajaran PAI yang dilakukan oleh guru di dalam kelas.
3.        Pedoman Dokumentasi
1.    Sejarah singkat berdirinya SDN 06 Lais.
2.    Profil SDN 06 Lais.
3.    Visi dan Misi SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara.
4.        Struktur organisasi SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara.
5.        Data tenaga edukatif atau pengajar dan karyawan SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara.
6.        Data siswa SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara.
7.        Sarana prasarana SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara.
8.        Rekap nilai pelajaran PAI siswa SDN 06 Lais Kabupaten Bengkulu Utara (Raport)
DAFTAR PUSTAKA



Arikunto, Suharsimi.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.Jakarta:Rineka Cipta,1998.

Daradjat, Zakiyah dkk.Ilmu Pendidikan Islam.Jakarta:Bumi Aksara,1996.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Azwan Zain. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta: Rineka Cipta,2008.

Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta:Balai Pustaka,1993.

Hadits No 4639. Shahih Bukhori Juz 15 Hal 439.

Hamdani.Filsafat Pendidikan Islam.Bandung:Pustaka Setia,1998.

Hidayatullah,Taufiq. Skripsi:Manajemen Pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an Di TPQ Darussalam Di Desa Kolomagan Kec Wonodadi Kab Blitar. Kediri:Jurusan Tarbiyah STAIN Kediri,2010.

Ihsan, Hamdani dan Fuad Hasan. Filsafat Pendidikan Islam.Bandung:Pustaka Setia,1998.

Jalaluddin.Teologi Pendidikan.Jakarta:Raja Grafindo Persada,2003.

Maslahah dan Anisatul Musyarokah, Strategi Belajar Mengajar.Tulungagung: STAIN,1999.

Moleong, Lexy J, Metodologi Penelitian KealitatifBandung: Remaja Rosda Karya, 1995.

Muhaimin. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam. Surabaya:Pustaka Pelajar, 2004.

Nizar,Ar Rasyidin Samsul. Filsafat Pendidikan Islam:Pendekatan Historis, Teoritis Dan Praktis.Jakarta:Ciputat Press,2005.

Rahim, Hunsi. Arah Baru Pendidikan Islam Di Indonesia.Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu, 2000.

Rohmat,Ali. Kapita Selekta Pendidikan.Jakarta:Bina Ilmu,2004.

Samauna, Nurdin. Pengaruh Globalisasi Terhadap Moral Drajat Sumber Daya Manusia Dalam PJPT IINO 36/XII/Oktober, 1994.

Sumanto. Metodologi Penelitian Dan Pendidikan.Yogyakarta:Andi, Offset, 1990.

Thoha, Chabib dkk.Metodologi Pengajaran Agama.Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 1999.

Uhbiyati, Nur dan Abu Ahmadi.Ilmu Pendidikan Islam.Bandung:Pustaka Setia,1997.

Uno, Hamzah B.Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran.Jakrta:Bumi Aksara, 2006.